Kemopreventif, perlu ga sih???

Kanker kini menjadi salah satu penyakit yang menduduki peringkat atas sebagai penyebab kematian di dunia, bahkan untuk anak-anak usia 3-14 tahun. Data dari American Cancer Society menunjukkan bahwa kematian akibat kanker pada wanita didominasi oleh kanker payudara (19 persen), kanker paru (16 persen), serta kanker kolon ( usus besar ) dan rectum ( 15 % ). Sementara itu, pada pria kanker yang dominan sebagai penyebab kematian adalah kanker paru (34 %), kanker kolon dan rectum (12 %), dan kanker prostat (10 %). Dan di Indonesia pun, kondisinya tidak jauh berbeda.
Selama ini untuk mengobati kanker, orang lebih cenderung menggunakan metode terapi modern, seperti kemoterapi dan radiasi. Namun sebenarnya kemoterapi tidak hanya digunakan untuk mengobati kanker tapi juga untuk mencegahnya. Nah kemoterapi yang digunakan untuk pencegahan ini disebut kemoterapi preventif. Subjek kemoterapi adalah para penderita kanker. Targetnya adalah sel kanker yang ada di dalam tubuhnya. Sedangkan kemopreventif, targetnya adalah masyarakat normal atau masyarakat yang belum menderita kanker.Tujuannya untuk menghambat tumor atau kanker. Targetnya adalah sel normal (jinak) agar terproteksi atau tidak terkena kanker. Kemopreventif ini dilakukan dengan mengonsumsi berbagai herbal alami. Diantaranya, Kunyit, Temu Lawak, Jahe, teh Hijau, Kedele, Anggur, madu, Bawang Putih, Kubis, dan Brokoli.
Selain pengobatan modern, kanker juga bisa diobati dengan ramuan herbal alami atau pun dengan mengubah pola hidup kita menjadi pola hidup yang sehat. Di Indonesia, sangat kaya dengan tanaman herbal alami. Sayangnya, banyak diantara tanaman herbal asli Indonesia itu yang diteliti di Amerika Serikat dan dipatenkan di sana. Beberapa jenis tanaman herbal Indonesia yang bisa mengatasi sel kanker tersebut adalah Sambiloto, akar Pasak Bumi, herba Ceplukan, daun Sambung Nyawa, Kunir Putih, dan biji Jarak.
Pemicu tumor dan kanker berasal dari pengaruh dalam maupun luar tubuh. Pengaruh dari dalam tubuh berupa unsur genetika. Sedangkan pengaruh dari luar tubuh adalah lingkungan, seperti makanan, udara, dan faktor tekanan lingkungan. Namun, pada dasarnya kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan sel yang diawali oleh adanya perubahan menetap pada komponen sel yang disebut DNA. Sel kanker ini pada awalnya adalah sel normal yang karena kerusakan, komponen sel berubah menjadi sel ganas yang tumbuh tak terkendali sehingga mendesak pertumbuhan sel normal. Akibatnya metabolisme tubuh menjadi terganggu. Padahal proses ini penting untuk menghasilkan energi bagi kehidupan manusia. Kerusakan sel ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, antara lain : infeksi virus, paparan senyawa karsinogen (senyawa kimia yang dapat menimbulkan proses pembentukan sel kanker), paparan radiasi sinar radioaktif (sinar X dan ultra violet), faktor genetika, dan gaya hidup. Dalam rumah tangga paparan karsinogen tersebut dapat berasal dari daging yang dipanggang baik di oven atau kompor, dimana dalam keadaan ini akan meningkatkan tingkat pencetus kanker lebih besar daripada daging goreng; pengkonsumsian daging merah seperti daging sapi meningkatkan resiko kanker payudara, boleh saja makan daging sapi asalkan jangan terlalu sering. Dan sudah barang tentu manusia yang telah lama menderita penyakit keganasan seperti kanker akan menimbulkan hilangnya QoL (quality of life) atau kualitas hidupnya.
Karsinogenik atau zat karsinogen merupakan unsur yang dinilai banyak pengaruhnya dalam menciptakan ketidaknormalan pertumbuhan sel dalam tubuh. Unsur yang bersifat racun bagi tubuh ini terdapat pada makanan dan lingkungan (seperti polusi udara). Dan untuk pencegahan tumor dan kanker, cara yang paling penting adalah menghindari unsur karsinogen ini. Cara lainnya adalah mengonsumsi bahan-bahan yang terbukti menghambat atau mencegah pertumbuhan tumor atau kanker. Bahan-bahan inilah yang disebut antitumor promoter.
Berikut pemaparan seorang suami penderita kanker. Sukamto adalah suami dari isteri yang menderita kanker payudara. Akibat penyakit ganas itu, payudara kanan isterinya terpaksa harus diangkat untuk menyelamatkan nyawanya. Selain operasi, untuk menyembuhkan berbagai penyakit isterinya itu, sejumlah cara telah ditempuhnya. Termasuk dalam hal ini menjalani pengobatan tradisional, seperti akupuntur. Tidak hanya itu, isterinya juga mengonsumsi jamu alami untuk mengobati kanker.
Nah dari kisah tersebut dapat ditarik satu kesimpulan, jika kanker sudah bersarang di tubuh kita. Bukan hanya beban psikis yang Anda hadapi tetapi juga akan menguras biaya yang banyak. Oleh karma itu lebih baik mencegahkan daripada mengobati.

Leave a comment

Filed under Info Utama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s