ANTIBIOTIK untuk ISPA, perlukah ?

ANTIBIOTIK untuk ISPA, perlukah ?

Selama ini telah menjadi suatu trend untuk meresepkan antibiotik bagi semua pasien yang didiagnosa menderita ISPA. Terlebih lagi pada keadaan mendesak dan terbatasnya persediaan obat, seperti halnya yang dialami oleh masyarakat di sekitar wilayah Gunung Merapi. Hal ini tidak sepenuhnya tepat sebab pasien ISPA yang dipicu alergi sebenarnya tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik melainkan hanya memerlukan obat-obat untuk mengatasi gejala-gejala yang timbul. Pemberian antibiotuk yang tidak tepat dapat meningkatkan resiko terjadinya resistensi bakteri terhadap jenis abtibiotik bersangkutan.

Obat-obat untuk ISPA yang tidak disebabkan oleh bakteri :
• Batuk diobati dengan obat-obat antitusif seperti Dekstrometorphan dan Kodein
• Sesak napas diobati dengan obat-obat dekongestan.Dekongestan dapat membantu melebarkan saluran napas atas dengan jalan mengurangi pembengkakan saluran napas. Contohnya adalah Dekstrometorphan.
• Obat antiinflamasi steroid, untuk menyembuhkan radang yang terjadi (Dexamethason).
• Obat-obat analgetik untuk meredakan rasa sakit yang menyertai (NSAIDs atau Parasetamol).
Adanya infeksi bakteri terhadap saluran pernapasan dapat dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium yang membutuhkan waktu kurang lebih 3 hari. Tanda-tanda infeksi bakteri lainnya adalah adanya terjadinya demam bahkan setelah pasien menerima pengobatan terhadap gejala yang timbul, serta batuk berdahak yang semakin lama semakin bertambah parah. Apabila tanda-tanda tersebut muncul disertai dengan diagnosa dokter terhadap adanya infeksi oleh bakteri, maka pada kondisi inilah pasien memerlukan pengobatan antibiotik sesuai dengan jenis bakteri yang menjadi penyebab infeksi tersebut. Adapun antibiotik yang paling sesuai untuk ISPA oleh bakteri adalah golongan Penicillin (Amoxicillin) dan Eritromicyn bagi pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap dolongan Penicillin. (mela, dari berbagai sumber)

2 Comments

Filed under Uncategorized

2 responses to “ANTIBIOTIK untuk ISPA, perlukah ?

  1. Suhartono

    Kalo Menurut dokter perlu ga? Kalo menurut saya tidak kalo dilihat kondisi umumnya baik dan nafsu makan tidak berkurang jauh. Yang sakit ISPA ini dianjurkan untuk istirahat dirumah untuk 1 -2 hari agar pulih kembali kesehatannya.

    • ferdinand morentes

      Kalau menurut saya perlu dibedakan ISPA non pnemonia dan ISPA pnemonia. Kalau diagnosis kita mengarah kepada ISPA pnemonia ya perlu diberi antibiotik. Jadi ga bisa di generalisir seperti itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s